Muaro Jambi - Suasana GOR Tangkit Emas, Kamis (12/02/26), dipenuhi riuh tepuk tangan dan wajah-wajah sumringah. Desa Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, merayakan hari jadinya yang ke-70. Ratusan warga tumpah ruah. Tujuh dekade bukan usia yang pendek bagi sebuah desa yang tumbuh dari denyut gotong royong masyarakatnya.
Di tengah perayaan itu, Ketua DPRD Kabupaten Muaro Jambi , Aidi Hatta, membawa pesan yang lebih dari sekadar ucapan selamat. Ia menegaskan bahwa ulang tahun desa harus menjadi momentum evaluasi arah pembangunan bukan berhenti pada panggung hiburan dan seremoni tahunan.
“Usia 70 tahun adalah bukti ketahanan dan kebersamaan masyarakat Desa Tangkit. Tapi tantangan ke depan jauh lebih kompleks. Pembangunan harus terencana, terukur, dan berkelanjutan,” katanya.
Menurut Ketua DPRD, capaian Desa Tangkit hari ini tidak lahir secara instan. Ia menyebut fondasi yang dibangun para pendiri desa serta kontribusi tokoh masyarakat menjadi modal sosial yang tak ternilai. Namun, ia mengingatkan, romantisme masa lalu tak cukup untuk menjawab tuntutan masa depan.
Sebagai pimpinan lembaga legislatif, ia menegaskan komitmen DPRD untuk mengawal kebijakan dan alokasi anggaran agar benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat desa.
Infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, serta penguatan ekonomi lokal, menurutnya harus menjadi prioritas yang konsisten, bukan program musiman.
Ketua DPRD juga menyoroti pentingnya partisipasi publik. Ia menyebut pembangunan desa tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah daerah.
“DPRD akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat. Tetapi keberhasilan pembangunan tetap memerlukan keterlibatan aktif seluruh warga,” ujarnya.
0 Komentar